<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LP2D ALKAHFI</title>
	<atom:link href="http://lp2dalkahfi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com</link>
	<description>Lembaga Pemberdayaan Pemuda dan Dhuafa Al Kahfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Apr 2008 06:54:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lp2dalkahfi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LP2D ALKAHFI</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lp2dalkahfi.wordpress.com/osd.xml" title="LP2D ALKAHFI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lp2dalkahfi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kali Ini RW 03</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/04/07/kali-ini-rw-03/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/04/07/kali-ini-rw-03/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 09:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/04/07/kali-ini-rw-03/</guid>
		<description><![CDATA[yup, kali ini RW 03 Cawang yang menjadi target Tim LP2D ALKAHFI untuk dikunjungi. Ditempat tersebut kami melakukan kegiatan pelayanan kesehatan gratis, warga cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=43&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yup, kali ini RW 03 Cawang yang menjadi target Tim LP2D ALKAHFI untuk dikunjungi.</p>
<p>Ditempat tersebut kami melakukan kegiatan pelayanan kesehatan gratis, warga cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=43&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/04/07/kali-ini-rw-03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Tanpa Ijazah</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/31/hidup-tanpa-ijazah/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/31/hidup-tanpa-ijazah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 10:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/31/hidup-tanpa-ijazah/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang putra Indonesia yang tak punya gelar akademik sama sekali, bahkan ijazah SMA pun tak punya karena ia tidak menamatkan SMA-nya, tetapi ia diangkat sebagai gurubesar di tiga perguruan tinggi di Jepang. Bagaimana bisa ? Kita barangkali akan sulit meneladani tokoh yang satu ini, bukannya tidak mampu, tetapi kesempatan yang ada pada masa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=42&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang putra Indonesia yang tak punya gelar akademik sama sekali, bahkan ijazah SMA pun tak punya karena ia tidak menamatkan SMA-nya, tetapi ia diangkat sebagai gurubesar di tiga perguruan tinggi di Jepang.</p>
<p>Bagaimana bisa ?</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<p>Kita barangkali akan sulit meneladani tokoh yang satu ini, bukannya tidak<br />
mampu, tetapi kesempatan yang ada pada masa kita hidup saat ini sudah jauh berbeda dengan kesempatan yang lebar terbuka pada saat dahulu. Orang harus mampu, dan ada kesempatan untuk menunjukkannya, maka ia akan sukses. Memang kesempatan bisa diciptakan, tetapi belum tentu selalu menjadi terbuka. Ini cerita tentang seseorang, barangkali ada manfaatnya, paling tidak menekankan :<br />
<i><b>no pain no gain !<br />
</b></i><br />
Sebuah buku baru diterbitkan Pustaka Jaya, Januari 2008. Tebalnya setebal bantal, 1364 halaman, dicetak di kertas HVS.  Meskipun tebal dan cetakannya bagus, harganya murah untuk buku setebal ini, Rp 95.000 (bandingkan dengan buku seri Harry Potter terakhir, Deadly Hollows, tebal 1008 halaman, berkertas dengan kualitas di bawah HVS, berharga Rp 175.000). Saat mengetahui harganya, saya cukup kaget juga, buku-buku yang dicetak biasa (bukan deluks) dengan tebal sekitar 200-300 halaman kini harga rata-ratanya sekitar Rp 35.000-50.000, dengan harga rata2 itu maka buku tebal Pustaka Jaya ini mestinya berharga sekitar Rp 250.000. Bagaimana buku setebal 1364 halaman ini harganya hanya Rp 95.000 ?</p>
<p>Saya mendapatkan jawabannya pada halaman 1329 di buku ini dalam ?Ucapan Terimakasih?. Buku yang akan saya ceritakan ini memang harga seharusnya adalah sekitar Rp 300.000. Tetapi, siapa yang mau membeli buku setebal 1364 halaman dengan harga Rp 300.000 ? Kata Rosihan Anwar, wartawan dan penulis senior itu, tebal buku maksimal yang masih menarik untuk dibaca orang-orang Indonesia adalah sekitar 300-400 halaman. Memang Rosihan Anwar menganjurkan penulis buku ini untuk memotong bukunya sampai menjadi maksimal 400 halaman saja, tetapi<br />
penulisnya merasa sayang memotong manuskripnya yang sudah sampai 1000 halaman, jadi ia tak memotongnya sama sekali, maka akhirnya menjadi 1364 halaman. Harganya ? Ada sekitar 100 orang, sebagian di antaranya tokoh-tokoh terkenal Indonesia dan Manca Negara  dari berbagai latar belakang, dari seniman sampai birokrat, dari ilmuwan sampai jenderal, yang bersedia membeli buku ini dengan harga edisi khusus dan terjadilah subsidi silang sehingga masyarakat umum dapat membelinya Rp 95.000. Sebuah ide bagus !</p>
<p>Baik, saya ceritakan saja buku ini. Judulnya adalah ?Hidup Tanpa Ijazah : Yang Terekam dalam Kenangan?, sebuah otobiografi Ajip Rosidi, sastrawan dan budayawan Indonesia. Buku ini ditulis dalam waktu kurang dari setahun, ditulis atas anjuran teman-teman Ajip dan mengejar waktu agar telah terbit saat Ajip berusia 70 tahun pada 31 Januari 2008. Buku ini ditulis oleh Ajip sendiri, jadi bukan otobiografi pesanan seperti banyak dipesankan oleh para tokoh politik dan militer (namanya otobiografi ya harusnya ditulis sendiri dong, kalau dituliskan orang lain ya namanya biografi). Walaupun buku ini mulai ditulis tahun 2006, Ajip dapat merekam dengan cukup detail peristiwa2 puluhan tahun sebelumnya sejak Ajip anak-anak, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa, sampai usianya<br />
sekarang (70 tahun). Pasti Ajip biasa menulis jurnal kegiatan harian sehingga ia bisa menuliskan kembali peristiwa sehari-hari puluhan tahun ke belakang.<br />
Mengapa Ajip memberi judul buku ini ?Hidup Tanpa Ijazah? ? Karena Ajip tak punya ijazah apa-apa, ijazah SMA pun tidak, sebab ia keluar sebelum ujian akhir SMA (Taman Madya). Ajip tidak pernah kuliah, bukan sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor. Ia hanya seorang otodidaktis (pelaku otodidak) tulen. Tetapi, lihat karya, sepak terjang, dan pengakuannya. Itu semua melebihi pencapaian rata-rata sarjana, master, doktor, dan profesor pada umumnya.<br />
Saya tidak akan menceritakan dengan detail isi buku ini, untuk yang berminat silakan membelinya saja. Saya ingin menyoroti mengapa Ajip keluar sekolah, tidak mau meneruskan sekolahnya, otodidaknya, dan karya, sepak terjang, serta pengakuannya. Dengan sikap dan kiprahnya seperti itu Ajip adalah manusia langka, bukan hanya di Indonesia, di dunia pun jarang yang seperti dia.</p>
<p>Ajip lahir di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, wilayah yang banyak<br />
menghasilkan genteng dan kecap itu, pada 31 Januari 1938. Menempuh pendidikan hanya sampai setingkat SMA yaitu di Taman Madya, Taman Siswa Jakarta, itu pun tidak tamat.Tahun 1956 dia dengan sengaja keluar dari sekolahnya seminggu sebelum ujian akhir dimulai. Pendidikan formalnya berakhir 52 tahun yang lalu. Tetapi, ia tidak pernah berhenti belajar. Pendidikan dan belajar tak harus di satu tempat. Pendidikan harus di sekolah, belajar bisa di mana saja.<br />
Saat Ajip mau menempuh ujian nasional, ramai terjadi kebocoran soal-soal ujian, orang tak segan mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk membeli soal ujian, guru-guru pun bisa disogok. Di koran-koran timbul polemik tentang manfaat ujian. Dipertanyakan tentang keabsahan ujian untuk menilai prestasi murid yang sebenarnya. Ajip muda (16 tahun) berkesimpulan : orang tidak segan melakukan perbuatan hina, membeli soal ujian atau menyogok guru, demi lulus ujian. Untuk apa lulus ujian ? Untuk dapat ijazah. Untuk apa ijazah ? Untuk melamar kerja. Untuk apa kerja ? Untuk dapat hidup. Kalau begitu, hidup berarti bergantung kepada secarik kertas bernama ijazah ! Ajip terkejut sendiri dengan kesimpulannya. Ia saat itu telah empat tahun berkarya (Ajip mulai mengirimkan tulisan2 cerita dan puisi  dan dimuat di koran2 dan majalah2 sejak tahun 1952 saat umurnya masih 14 tahun) dan telah merasa bisa hidup cukup mandiri dengan honorariumnya. Ajip bertanya, apakah seorang pengarang membutuhkan ijazah untuk bisa hidup ? Tidak.</p>
<p>Ajip memutuskan bahwa hidupnya tidak akan digantungkan kepada selembar ijazah. Prestasinya tidak akan bergantung kepada selembar ijazah. Menurutnya tak ada sekolah atau universitas yang dapat menuntunnya menjadi seorang pengarang yang baik, apalagi ia punya pengalaman bahwa guru2 bahasa Indonesianya semasa di SMP dan SMA harus lebih banyak membaca daripada dirinya.</p>
<p>Aku akan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuanku dalam bidang sastra dan penulisan dengan banyak membaca. Dan membaca tidak usah di sekolah. Tidak usah juga bersekolah tinggi karena aku sudah mengenal huruf-huruf. Buku-buku dapat dibeli, atau dipinjam dari perpustakaan. Dalam membaca aku dapat melampaui kebanyakan orang yang punya ijazah lebar. Dengan kian luasnya bacaanku, maka tulisanku akan lebih berbobot. Kalau tulisanku berbobot, niscaya orang-orang akan menghargaiku sebagai pengarang. Akhirnya yang penting dalam hidup adalah prestasi yang diakui oleh masyarakat. Berapa banyak orang yang<br />
mempunyai ijazah tinggi dan menduduki jabatan penting dalam masyarakat tetapi tidak pernah memperlihatkan prestasi pribadi ? Mereka akan lenyap dari ingatan masyarakat kalau mereka sudah pensiun atau setelah meninggal. Aku ingin tetap dikenang orang walaupun aku sudah meninggalkan dunia yang fana ini.  Dan hal itu hanya dapat dicapai dengan berkerja keras, dengan mencipta karya yang bagus. Orang akan tetap mengingat namaku kalau karya-karya yang kutulis bermutu? begitu tulis Ajip Rosidi di dalam buku ini halaman 167-168.</p>
<p>Dan, keluarlah Ajip dari sekolah alias drop out, dia menulis surat kepada<br />
gurunya di atas kartu pos, ?saya tidak jadi ikut ujian nasional karena saya akan membuktikan bahwa saya dapat hidup tanpa ijazah?  Luar biasa keputusan anak remaja ini, keputusan sendiri, tanpa memberi tahu orang tuanya di Jatiwangi.</p>
<p>Dan puluhan tahun berikutnya adalah puluhan tahun pembuktian bahwa Ajip bisa hidup tanpa ijazah. Sebuah bakat yang ditekuni secara luar biasa akan berhasil luar biasa juga. Setahun sebelum  ia keluar dari SMA, buku pertamanya telah terbit ketika umurnya masih 17 tahun, berjudul ?Tahun-Tahun Kematian? (kumpulan cerpen). Itu adalah buku pertama yang mengawali sebanyak lebih dari 110 judul buku berikutnya selama puluhan tahun kemudian. Ajip menulis buku-buku baik kumpulan cerpen, kumpulan puisi, roman, drama, penulisan kembali cerita rakyat, cerita wayang, bacaan anak-anak, kumpulan humor, esai dan kritik, polemik, memoar, bunga rampai, buku terjemahan, biografi (ada 10 halaman daftar lengkap<br />
karya Ajip di buku otobiografi ini). Ajip menulis baik dalam bahasa Sunda<br />
maupun bahasa Indonesia. Banyak karyanya diterjemahkan oleh penerbit<br />
internasional ke dalam bahasa-bahasa asing Belanda, Cina, Hindi, Inggris,<br />
Jepang, Jerman, Kroasia, Prancis, Rusia, Thai, dan lain-lain.</p>
<p>Sepak terjang Ajip tak hanya dalam dunia penulisan sastra dan sekitarnya. Ia adalah redaktur dan Pemimpin majalah Suluh Pelajar (1953-1955) saat Ajip masih duduk di SMP dan SMA. Juga ia menjadi pemimpin redaksi Majalah Sunda (1965-1967), Budaya Jaya (1968-1979), dan Cupumanik (sejak 2005).</p>
<p>Ajip juga adalah redaktur, pendiri dan pemimpin usaha2 penerbitan. Ia adalah seorang redaktur Balai Pustaka (1955-1956). Tahun 1962 mendirikan Penerbit Kiwari, tahun 1964-1969 mendirikan dan memimpin Penerbit Tjupumanik di Jatiwangi. Tahun 1971 mendirikan Penerbit Pustaka Jaya dan menjadi pemimpinnya. Tahun 1981 mendirikan Penerbit Girimukti Pusaka, Tahun 2000 ia mendirikan dan<br />
Pemimpin Penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung. Usaha penerbitannya ada yang terus berjalan sampai Sekarang (Pustaka Jaya), ada juga yang telah lama berhenti.</p>
<p>Ajip juga sangat giat dalam berorganisasi, misalnya tahun 1954 (umur 16<br />
tahun) menjadi anggota Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional. Tahun 1956 menjadi anggota Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda. Tahun 1972-1981 menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (dewan ini juga dibentuk pada tahun 1968 atas prakarsa Ajip.<br />
Tahun 1973-1979 sebagai ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Tahun 1993 Ajip mendirikan Yayasan Kebudayaan Rancage, sebuah yayasan yang mengapresiasi karya-karya sastra daerah dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Bali.</p>
<p>Ajip juga menduduki banyak anggota badan-badan kehormatan. Tahun 1960-1962 dia adalah anggota Badan Pertimbangan Ilmu Pengetahuan bidang Sastra dan Sejarah. Tahun 1978-1980 sebagai staf ahli menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1979-1982 menjadi anggota Dewan Fim Nasional, tahun 1979-1980 menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pengembangan Buku Nasional. Tahun 2002 diangkat menjadi anggota Akademi Jakarta.</p>
<p>Meskipun Ajip tak menamatkan SMA-nya, tak pernah kuliah, bukan sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor, tahun 1967 ia diangkat sebagai dosen luar biasa pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran di Bandung. Ajip pun sering diundang memberikan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dan, tahun 1981, Ajip diangkat sebagai Visiting Professor pada Osaka Gaikokugo Daigaku di Osaka,  Jepang. Ajip mengajar di Jepang sampai tahun 2003.<br />
Ajip pun diangkat sebagai Gurubesar Luar Biasa pada tahun 1983-1994 di Tenri Daigaku di Tenri, Nara, Jepang. Tahun 1983-1996 menjadi Gurubesar Luar Biasa pada Kyoto Sangyo Daigaku di Kyoto. Pensiun sebagai guru besar, Ajip pulang ke Indonesia pada tahun 2003. Sekalipun Ajip berada di Jepang selama 22 tahun, dia tetap menulis buku2nya dalam bahasa Sunda dan Indonesia, tetap berhubungan dengan para penggiat sastra di Tanah Air, dan tetap memantau serta mengelola organisasi2 yang pernah didirikannya dari jauh.</p>
<p>Sebagai penggiat sastra, tentu Ajip pun banyak menjadi pembicara di berbagai simposium, seminar, kongres, konferensi atau lokakarya mengenai kebudayaan dan kesenian, terutama tentang sastra dan bahasa, baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional. Sebagai orang yang mumpuni dalam bidang sastra, Ajip pun kerap diminta sebagai anggota dewan juri dalam menilai berbagai perlombaan bidang sastra dan kesenian.</p>
<p>Ajip dan organisasinya pun beberapa kali mendapatkan dana nasional maupun internacional untuk penelitian sastra dan budaya. Tahun 1969-1972 Ajip mendirikan dan memimpin proyek penelitian pantun dan folklor Sunda. Tahun 1960-1967 Ajip mendapatkan dana dari the Toyota Foundation untuk meneliti kebudayaan Sunda dalam rangka penyusunan Ensiklopedi Sunda (telah terbit pada tahun 2000). Tahun 1960-1994 meneliti puisi Sunda, dan hasilnya dituliskan dalam tiga jilid buku dengan tabal total 1700 halaman (telah terbit dua jilid).</p>
<p>Karena dedikasinya yang total lepada kesustraan dan kebudayaan, Ajip beberapa kali diganjar penghargaan, yaitu 1957 : Hadiah Sastra Nasional untuk kumpulan puisinya, 1960 : Hadiah Sastra Nasional untuk buku kumpulan cerpennya, 1974 : Cultural Award dari Australia, 1993 : Hadiah Seni, 1994 : penghargaan sebagai salah satu dari 10 putra Sunda terbaik, 1999 : penghargaan Order of the Sacred Treasure, Gold Rays with Neck Ribbon dari Jepang, 2003 : penghargaan Mastera dari Brunei, 2004 : Teeuw Award dari Belanda.</p>
<p>Demikian sekilas karya-karya dan pencapaian-pencapai an Ajip. Ia berkarya sejak berumur 14 tahun sampai kini usianya 70 tahun, menekuni sastra dan budaya Sunda dan sastra Indonesia selama 56 tahun.</p>
<p>Di dalam buku ini, yang berisi 23 bab, kita bisa mengetahui bahwa pergaulan Ajip begitu luas, baik dengan kalangan sesama sastrawan dan budayawan, juga dengan banyak tokoh dari berbagai bidang baik di Indonesia maupun peneliti2 asing yang datang ke Indonesia untuk meneliti sastra dan budaya Indonesia.<br />
Bagaimana pergaulan dan pandangan Ajip dengan tokoh2 seperti Ali Sadikin, Mochtar Lubis, Taufik Ismail, Asrul Sani, Affandi, Gus Dur, Nurcholish Madjid, dan masih banyak lagi bisa dibaca di sini. Pengamatannya tentang kejadian2 penting yang dialami Indonesia entah itu pertikaian politik, bencana, korupsi, dan lain2 dari tahun2 1940-an sampai sekarang bisa dibaca juga di sini. Ajip juga menceritakan pikiran dan sikapnya tentang itu semua dan hal2 yang dialaminya, termasuk saat gempa Kobe di Jepang,  sebagaimana layaknya sebuah otobiografi. Buku otobiografi setebal 1364 halaman ini adalah salah satu dari buku2 otobiografi paling tebal yang pernah ditulis.</p>
<p>Kata seorang pengamat, Ajip adalah seorang langka dengan kelebihan yang tidak dimiliki H.B. Jassin, Goenawan Mohamad, dan Soebagio Sastrowardojo (Dr. Faruk dalam Kompas 31 Mei 2003).</p>
<p>Mungkin ada orang yang membaca buku ini menuduh bahwa buku ini merupakan usaha Ajip untuk memamerkan kehebatannya sebagai orang yang ?kurang sekolah?, tetapi berhasil mencapai prestasi internasional. Tentu saja tuduhan itu sukar dibantah. Meskipun tentunya sah-sah saja bagi orang berprestasi untuk memamerkan prestasinya, apalagi prestasi ini dicapai melalui perjuangan dan usaha sendiri dengan kerja keras. Ajip sudah merupakan seorang yang dihargai di Indonesia, dia tak akan perlu memamerkan diri lagi, buku ini ditulisnya lebih kepada keinginan untuk mengawetkan kenangan2 dan pikiran2-nya, berbagi pengalaman dengan orang lain?, begitu tulis Arief Budiman dari Melbourne, teman karib Ajip,  dalam kata pengantar otobiografi ini.</p>
<p>Satu hal yang sangat penting yang merupakan pesan Ajip melalui buku ini<br />
adalah : meskipun pendidikan sangat penting, orang bisa juga berhasil meskipun tidak atau kurang sekolahnya. Ajip telah membuktikan kepada kita semua bahwa ia bisa hidup dan berhasil sampai punya reputasi internasional bahkan sampai menjadi gurubesar di tiga perguruan tinggi di luar negeri meskipun tak punya gelar akademik apa pun, bahkan ijazah SMA pun tak ia miliki, Ajip benar2 :hidup tanpa ijazah.</p>
<p>Ajip akan diterjang kegelisahan yang luar biasa saat ia mandeg membaca dan gagap menulis ? (Maman S. Mahayana dalam Panji Mas, Februari 2003).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=42&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/31/hidup-tanpa-ijazah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zalimnya Pemerintahan Ini&#8230;</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/26/zalimnya-pemerintahan-ini/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/26/zalimnya-pemerintahan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 11:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/26/zalimnya-pemerintahan-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=41&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan.</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari, demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. “Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?” tanya saya.</p>
<p>Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia limapuluh dua tahun ini menggeleng. “Gak ada minyaknya…”</p>
<p>Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan, katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. “Saya bingung… saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi harus jualan apa… modal gak ada…keterampilan gak punya….” Pak Jumari bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang cekung.</p>
<p>“Maaf dik saya menangis, saya benar-benar bingung… mau makan apa kami kelak.., ” ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata. Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangi beban hidupnya.</p>
<p>Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana. “Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami begini …”</p>
<p>Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.</p>
<p>Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang melingkar di leher. “Dik, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana, keadaan saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja… “ Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>&#8220;Dik, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati&#8230; mungkin kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah&#8230;&#8221; Pak Jumari menerawang.</p>
<p>Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita, oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk.</p>
<p>Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya. Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.</p>
<p>Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut ‘anggaran negara’ digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah, fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya. Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah!</p>
<p>Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini!</p>
<p>Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.</p>
<p>Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan… Di tepi jalan, poster-poster pilkadal ditempel dengan norak. Perut saya mual dibuatnya.</p>
<p>Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. “Nak, ini nasi bungkus yang engkau minta…” Dia makan dengan lahap. Saya tatap dirinya dengan penuh kebahagiaan. Alhamdulillah, saya masih mampu menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.</p>
<p>Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar… Mudah-mudahan mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di mahkamah akhir kelak… Mudah-mudahan mereka masih punya nurani dan mau melihat ke bawah…</p>
<p>Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui konglomerat dan pejabat&#8230; Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal&#8230;</p>
<p>Amien Ya Allah…</p>
<p>Oleh Rizki Ridyasmara</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/8325212912-zalimnya-pemerintahan-ini%EF%BF%BD.htm">http://www.eramuslim.com/atk/oim/8325212912-zalimnya-pemerintahan-ini%EF%BF%BD.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=41&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/26/zalimnya-pemerintahan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Busung Lapar, Banjir, Bahan Pokok Melonjak</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/25/busung-lapar-banjir-bahan-pokok-melonjak/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/25/busung-lapar-banjir-bahan-pokok-melonjak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 09:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/25/busung-lapar-banjir-bahan-pokok-melonjak/</guid>
		<description><![CDATA[Istri saya beberapa waktu gelisah (mungkin kegelisahan yang juga dialami banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya) yang dipusingkan dengan harga bahan-bahan pokok sehari-hari di pasar yang meningkat. Yang paling mencolok mungkin harga minyak goreng, harganya sempat melonjak hingga mencapai Rp 15.000,-/liter di pasaran dari harga normal yang semula sekitar Rp 9.000/liter. Demikian juga sayur mayur, cabe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=40&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://portalinfaq.org/img_upld/Busung_Lapar_2.jpg" style="float:left;" align="left" height="138" width="286" />   <i></i></p>
<div style="font-size:10pt;"><i>Istri saya beberapa waktu gelisah (mungkin kegelisahan yang juga dialami banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya) yang dipusingkan dengan harga bahan-bahan pokok sehari-hari di pasar yang meningkat.</i></div>
<div style="font-size:10pt;">Yang paling mencolok mungkin harga minyak goreng, harganya sempat melonjak hingga mencapai Rp 15.000,-/liter di pasaran dari harga normal yang semula sekitar Rp 9.000/liter. Demikian juga sayur mayur, cabe merah dan beras.<span id="more-40"></span></p>
<p>Bagi orang dengan penghasilan yang besar barangkali kenaikan ini tidak terlalu mengganggu kondisi keuangan rumah tangga mereka, tapi bagi orang-orang kecil seperti kami, kenaikan seperti ini biasanya akan sangat terasa. Terlebih lagi saudara-saudara kita yang sumber penghasilannya sangat tergantung dari minyak goreng, seperti tukang kerupuk, tukang makanan gorengan di pinggir-pinggir jalan yang biasa kita lihat, dan lain-lain. Merekalah yang paling terpukul dengan gejolak harga semacam ini.</p>
<p>Di sisi lain, kalau kita melihat berita di layar kaca. Rasa-rasanya saya dan keluarga alhamdulillah masih bisa merasa lebih bersyukur. Pasalnya, di saat yang sama hujan deras yang mengguyur Indonesia belakangan ini mengakibatkan gelombang banjir kedua di beberapa daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya yang di lalui Sungai Bengawan Solo. Sehingga saudara-saudara sebagain harus mengungsi menyelamatkan keluarganya. Di samping itu sawah-sawah mereka juga ikut terendam sehingga terjadi gagal panen.</p>
<p>Beberapa hari lalu, kawan-kawan di kantor juga bercerita, bahwa belum pernah terjadi sebelumnya jalan di depan kantor kami itu kebanjiran. Akan tetapi dengan curah hujan yang sangat deras itu, air meluap hingga sedengkul orang dewasa.</p>
<p>Di saat yang sama, kita juga sudah mulai sering mendengar kasus-kasus busung lapar banyak terjadi di beberapa daerah di tanah air. Anak-anak dengan berat badan yang sangat di bawah standar terlihat di mana-mana. Di NTT, NTB, Tangerang bahkan Ibukota kita sendiri Jakarta. Yang paling parah adalah yang terjadi di Makassar di mana akhirnya SEORANG ibu yang sedang hamil tujuh bulan meninggal dunia bersama anaknya yang berusia lima tahun. Mereka meregang nyawa di rumah mereka yang terletak di sebuah sudut Kota Makassar.</p>
<p>Kematian istri dan anak dari keluarga penarik becak di Makassar ini semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan biasa. Tetapi kemudian menjadi luar biasa ketika diketahui bahwa kematian mereka disebabkan oleh ketiadaan beras untuk makan.Kemiskinan telah membuat seorang ibu [Daeng Basse namanya] membuat keputusannya sendiri menjadi tragedi, ia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya karena ketiadaan apa-apa lagi untuk dimakan hari itu.</p>
<p><img src="http://portalinfaq.org/img_upld/ntbCCC.gif" style="float:left;" align="left" height="300" width="225" />Hiks&#8230;saya baca berita tentang keluarga ibu di sebuah harian media massa nasional, hati saya begitu miris. Memang di satu sisi saya masih bisa bersyukur dengan kehidupan keluarga saya yang alhamdulillah mesti harus jatuh bangun cari tambahan, dapur kami masih bisa ’ngebul’. Meski keluhan di akhir bulan masih keluar karena uang belanja sudah tidak cukup untuk menggenapi makan pengeluaran bulanan, alhamdulillah semua masih bisa diatasi.</p>
<p>Tapi bagaimana dengan wajah-wajah tak berdosa anak-anak yang raut mukanya menjadi jauh lebih tua karena begitu kurusnya itu &#8230;?? Ya Alloh&#8230;.saya jadi teringat dulu pernah mendapat tugas mengunjungi secara langsung nasib anak-anak yang mengalami hal seperti itu di NTB. [Salah satu kisahnya bisa dilihat di sini  <a href="http://portalinfaq.org/p01x13_program_article_view.php?article_id=242&amp;program_id=218" target="_blank">http://portalinfaq.org/p01x13_program_article_view.php?article_id=242&amp;program_id=218</a>  judulnya ”Kita Tak Pantas Mencium Bau Syurga”]</p>
<p>Saya kira sejak kejadian itu, saya tak akan pernah lagi mendengar berita semacam ini di negri kita, akan tetapi pada hari-hari belakangan ini realitas telah menunjukkan wajah aslinya di depan kita.</p>
<p>Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, karena meski saya bukan bagian dari Penguasa atau Pemerintah, saya juga masih bekerja di sebuah NGO yang juga punya tugas yang sama beratnya meski dalam kapasitas dan kemampuan penggalangan finansial yang jauh lebih kecil dari para Penguasa itu. Sekedar ingin menggambarkan bahwa mengurus negara sebesar Indonesia dengan 230 juta jiwa lebih dengan segala macam tumpukan persoalannya memang bukan perkara yang ringan.</p>
<p>Akan tetapi, saya yakin bahwa persoalan mendasar semacam ini sesungguhnya masih bisa diatasi kalau kita semua mau secara serius berusaha dan mau menunjukkan keberpihakan kepada orang-orang seperti saudara-saudara kita yang kurang beruntung itu. Anda tentu belum lupa bukan? Beberapa waktu yang lalu ada berita tentang seorang anak kecil yang tertangkap tangan mencuri karena harus membayar tunggakan biaya SPP yang menunggak di sekolahnya. Ibunya sampai tak bisa berbicara ketika diwawancara sebuah stasiun swasta, karena selama ini anak lelakinya itu dikenal sangat pendiam dan penurut serta tidak pernah bertingakah dan bergaul yang aneh-aneh. [Silahkan klik di sini untuk berita selengkapnya  <a href="http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=25737" target="_blank">http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=25737</a></p>
<p>Rasa-rasanya kita masih bisa memulai dengan hal kecil saja untuk mulai berbagi sejak hari ini. Coba tengok-tengok lagi, jangan-jangan ada anak tetangga kita yang bernasib sama seperti nasib Rendi tadi itu. Mungkin dengan sedikit kepedulian kita menyisihkan rezeki yang diberikan Alloh kepada kita setiap bulan. Ada sedikit senyum kebahagiaan yang bisa kita lihat dari anak-anak seperti Rendi. Dan karenanya dia tak harus tertangkap tangan karena nekat mencuri. Apalagi seperti Daeng Basa yang mengambil keputusan sendiri dengan membunuh anak-anaknya. Mudah-mudahan berita seperti ini tak perlu kita dengar lagi.</p>
<p>Saya menutup tulisan ini dan mengaminkannya beberapa kali dalam hati saya, yang masih saja terasa gerimis sejak tadi. Entah kenapa. <i>Wallohu ’alam bissawab.</i></div>
<p><font size="1"><i> Epri Abdurrahman Rafi&#8217;<br />
18-Mar-2008</i></font></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#000066;"> <a href="http://portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=713">http://portalinfaq.org/</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=40&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/25/busung-lapar-banjir-bahan-pokok-melonjak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://portalinfaq.org/img_upld/Busung_Lapar_2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://portalinfaq.org/img_upld/ntbCCC.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Segelas Air Sebanding Dengan Sejuta Pound</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/24/segelas-air-sebanding-dengan-sejuta-pound/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/24/segelas-air-sebanding-dengan-sejuta-pound/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 04:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/24/segelas-air-sebanding-dengan-sejuta-pound/</guid>
		<description><![CDATA[Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara. Ia berkata, &#8220;Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=37&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara.<br />
<span id="more-37"></span><br />
Ia berkata, &#8220;Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk makan sangatlah menyakitkan, walaupun masih memungkinkan untuk bertahan, akan tetapi haus adalah siksaan yang tidak mungkin bisa ditanggung, khususnya di bulan-bulan musim panas dengan derajat panas yang tinggi sekali<br />
Selain itu saya mempunyai penyakit gula, yang mengharuskan saya banyak minum. Di hari pertama pelarangan ini, saya masuk kamar kecil, di sana saya mendapatkan tempat air yang berisi air untuk istinja&#8217;, kemudian saya minum air tersebut sampai habis, dan sebagai ganti untuk istinja&#8217;, saya gunakan tissu toilet. Dengan semakin bertambahnya rasa hausku, saya terpaksa minum air kencing. Sampai di hari ketiga, saya tidak mendapatkan air kencing untuk saya minum.</p>
<p>Saya sangat haus, saya merasakan siksaan yang sangat pedih. Kemudian, saya berjalan-jalan di dalam sel saya sehingga nampak seperti orang gila. Lidah dan tenggorokan saya kering. Terkadang saya menunduk ke lantai dengan harapan semoga sipir penjara terlupa dan menyisakan setetes air ketika mereka mengepel lantai!!</p>
<p>Setelah itu saya merasakan bahwa saya hampir binasa, dalam kondisi seperti itu saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya kuras pikiranku, sampai saya terhuyung-huyung, ketika itu aku malihat bahwa pintu sel dibuka dengan perlahan-lahan, dan dalam kegelapan saya perhatikan ada tangan seseorang mengulurkan segelas air dingin. Saya tergoncang, terbayang seolah-olah aku telah gila? Aku mulai melihat bayangan orang itu, ah &#8230; tidak mungkin ini air &#8230; ini hanyalah fatamorgana. Kemudian, saya ulurkan tangan dan saya benar-benar menyentuh gelas tersebut, ternyata sedingin es. Saya melihat pembawa gelas tadi meletakkan jarinya di atas bibirnya, seolah-olah ia berkata kepada saya, &#8216;Janganlah kamu bicara&#8217;.</p>
<p>Saya minum air tersebut, akan tetapi ia sangat berbeda dengan air yang pernah saya minum selama ini, ia adalah air yang paling nikmat yang pernah saya minum di dalam kehidupan saya sebelumnya. Kalau seandainya pada waktu itu aku memegang uang satu juta pound (junaih), niscaya aku berikan kepada sipir yang tidak kukenal ini.</p>
<p>Minum air segelas tersebut membuat ruh saya seakan kembali ke tubuh dan tidak perlu lagi makan karena kenyang. Bahkan, lebih dari itu, aku merasa tidak perlu dikeluarkan dari penjara. Saya merasakan kebahagiaan yang belum pernaha saya rasakan selama hidup saya, semua itu disebabkan segelas air yang dingin.</p>
<p>Setelah itu, sipir pergi dengan cepat seperti kedatangannya tadi dan menutup pintu sel dengan perlahan. Saya melihat bayangan sipir, ia adalah pemuda yang berkulit coklat dan berbadan pendek. Akan tetapi, saya merasakan ia seperti malaikat. Saya melihat langsung pertolongan Allah di sel penjara.</p>
<p>Hari yang penuh siksaan terus berjalan, tanpa pernah lagi melihat sipir yang tidak saya kenal itu. Kemudian, saya dipindahkan ke ruangan penyiksaan di lantai dasar penjara. Setiap hari melihat sipir yang tidak saya kenal itu berdiri di hadapan saya. Ketika itu saya hanya berdua. Saya bertanya dengan perlahan-lahan kepadanya, &#8216;Kenapa engkau lakukan perbuatan itu? Kalau mereka mengetahuinya tentu memecatmu&#8217;.</p>
<p>Dengan menyunggingkan senyum, ia menjawab, &#8216;Hanya memecat saya!? Bahkan, mereka akan membunuh saya dengan menembakkan senjata?&#8217;<br />
Saya bertanya, &#8216;Apa yang membuatmu melakukan hal yang berbahaya itu?</p>
<p>Ia menjawab, &#8216;Sesungguhnya saya mengenal anda, namun anda tidak mengenal saya. Kira-kira 9 tahun yang lalu, seorang petani dari Giza mengirim surat kepada anda, yang isinya menceritakan bahwa ia adalah seorang petani yang tinggal di sebuah perkampungan, dalam hidupnya ia sangat menginginkan membeli seekor sapi. Akan tetapi, setelah 6 bulan sapi yang berhasil dibelinya tersebut mati. Beberapa bulan setelah itu, yakni pada malam-malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, tiba-tiba pintu rumah yang sempit kepunyaan petani itu diketuk, dan datanglah utusan dari harian koran anda, Akhbarul Yaum, sambil memegang tali yang mengikat seekor sapi di belakangnya. Ketika itu koran harian Akbarul Yaum selalu mewujudkan beratus-ratus impian para pembacanya di malam-malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya&#8217;.</p>
<p>Sipir itu terdiam sebentar, kemudian ia berkata, &#8216;Petani yang telah Anda kirimi seekor sapi kepadanya 9 tahun yang lalu adalah ayahku&#8217;.</p>
<p>Bukankah telah aku katakan kepada kalian tadi bahwa pertolongan Allah menyertaiku saat aku di dalam sel penjara?!</p>
<p>Demikianlah perbuatan baik yang telah dilakukan seorang penulis sejak 9 tahun yang lalu terhadap seorang petani telah membuahkan hasil dan bisa menyelamatkan hidup sang penulis (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala). Segelas air di saat-saat ujian yang berat sekali lebih berharga dan lebih nikmat dari segala yang ada didunia.</p>
<p>Oleh karena itu, jadikanlah dalam beramal ikhlas semata-mata karena Allah Ta&#8217;ala. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Menginfakkan harta di jalan kebaikan, pasti akan mendapatkan balasan walaupun setelah lama berlalu masanya. Terkadang balasan perbuatan baik itu akan berlipat ganda. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-baqarah: 272, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Janganlah kamu membelanjakan sesuatu, melainkan karena mencari keridhaan Allah. Apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).&#8221;</p>
<p>Sumber: Bila Amal Dibayar Kontan (Terjemahan: Kama Tadinu Tudanu, pengarang Sayyid Abdullah Sayyid Abdurrahman Ar-Rifa&#8217;i Abu Hasyim).</p>
<p>www.layananquran.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=37&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/24/segelas-air-sebanding-dengan-sejuta-pound/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korban Banjir Minta-Minta di Jalan</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/korban-banjir-minta-minta-di-jalan/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/korban-banjir-minta-minta-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 09:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Liputan6.com, Tuban: Sebagian warga korban banjir di Widang terlihat di sepanjang jalan Tuban-Babat, Jawa Timur. Mereka meminta sumbangan kepada pengguna jalan untuk bertahan hidup karena bantuan pemda dirasa belum mencukupi. Demikian pantauan SCTV Rabu (19/3). Para pengungsi belum bisa pulang karena rumah dan sawah mereka masih tergenang banjir luapan Bengawan Solo. Ketinggian air rata-rata mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=33&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a class="newstitle"><span class="arial16"></span></a><b>Liputan6.com, Tuban:</b> Sebagian warga korban banjir di Widang terlihat <a href="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.jpg" title="Minta"><img src="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.thumbnail.jpg?w=460" alt="Minta" align="left" /></a>di sepanjang jalan Tuban-Babat, Jawa Timur. Mereka meminta sumbangan kepada pengguna jalan untuk bertahan hidup karena bantuan pemda dirasa belum mencukupi. Demikian pantauan <i>SCTV</i> Rabu (19/3).</p></blockquote>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Para pengungsi belum bisa pulang karena rumah dan sawah mereka masih tergenang banjir luapan Bengawan Solo. Ketinggian air rata-rata mencapai 1,5 meter di setiap akses jalan desa. Sedangkan rumah warga terendam setinggi lutut orang dewasa<b></b>.</p>
<blockquote><p><a href="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.jpg" title="Minta"><img src="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.thumbnail.jpg?w=460" alt="Minta" align="left" /></a>Hal sama terjadi di Jambi. Kulub, warga Sarolangun mengungsi ke pinggir jalan bersama sembilan orang keluarganya. Selama tiga hari mengungsi Kulub mengaku belum mendapat bantuan makanan. Saat persediaan makanan menipis, Kulub terpaksa meminta sumbangan dari pengguna jalan.</p></blockquote>
<p>Di Bengkulu, sedikitnya empat kelurahan terendam banjir akibat meluapnya sungai di kelurahan itu. Apabila hujan turun cukup lama, air sungai akan meluap dan menggenangi rumah warga. Seringnya banjir terjadi warga meminta pemerintah membuat bendungan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=33&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/korban-banjir-minta-minta-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Minta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/080319bkorban_banjir.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Minta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-menuju-sukses-berwirausaha/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-menuju-sukses-berwirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 03:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-menuju-sukses-berwirausaha/</guid>
		<description><![CDATA[Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi memaksa terbukanya kran persaingan global yang tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Setiap kita dituntut untuk dapat berkompetisi secara global diberbagai bidang, tak terkecuali bidang Sumber Daya Manusia yang merupakan Pondasi dari sebuah negara untuk dapat bercatur pada tataran Internasional. Kemampuan sumber daya manusia yang harus dimiliki tidak cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=32&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi memaksa terbukanya kran persaingan global yang tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Setiap kita dituntut untuk dapat berkompetisi secara global diberbagai bidang, tak terkecuali bidang Sumber Daya Manusia yang merupakan Pondasi dari sebuah negara untuk dapat bercatur pada tataran Internasional.</p>
<p><span id="more-32"></span></p>
<p>Kemampuan sumber daya manusia yang harus dimiliki tidak cukup sebatas mampu bersaing dalam memperebutkan peluang kerja yang ada namun bagaimana kita dapat menciptakan peluang pekerjaan tersebut bagi banyak orang. Dengan itu setiap kita dituntut untuk mampu dan mau Berjiwa wirausaha sehingga menjadi kreatif dan inovatif dalam memunculkan ide-ide dan gagasan baru.</p>
<p>erwirausaha merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik (QS. 11/Hud : 61). Namun kenyataannya tidak mudah bagi kita untuk memulai terjun berwirausaha. Kendala, rintangan dan kesukaran senantiasa menghampiri aktifitas didalamnya, namun demikian berbagai permasalahan yang datang adalah lembaran utama berupa proses menuju pendewasaan dan kematangan seorang entrepreneurship yang bermuara pada kesuksesan dalam mengelola suatu bidang usaha.<br />
Sikap Mental Wirausahawan<br />
Ada enam Sikap mental (minimal) yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan agar sukses menjalankan wirausahanya adalah :<br />
1. Kreatif dan Inovatif.<br />
Bermental Wirausahawan terletak pada seberapa besar seseorang dapat mengekspresikan dan mengeksploitasi kemampuan dirinya, berimajinasi, senantiasa mendapatkan inspirasi, menciptakan atau memperbaharui sesuatu yang belum terpikirkan oleh orang lain dan hasil inovasinya itu menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual.<br />
2. Optimis, Tegar Dan Ulet.<br />
Rasa percaya diri yang tinggi (tidak berlebihan), tegar dan sangat ulet patut menjadi modal dasar dalam berwirausaha. Seseorang yang demikian tidak akan mudah putus asa, bahkan mungkin tidak pernah putus asa. Masalah akan dihadapinya dan bukan dihindari<br />
3. Pekerja Keras.<br />
Waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. Saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah.<br />
4. Multi Tasking.<br />
Bermental Wirausahawan sejati artinya dia Mempu memandang sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan. Bahkan mampu melakukan multi-tasking (melakukan beberapa hal pekerjaan/solusi sekaligus).<br />
5. Berhemat.<br />
Wirausahawan yang bijaksana biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awak usahanya. Setiap pengeluaran untuk kepentingan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja.<br />
Berani Ambil Resiko.<br />
Seorang wirausahawan berani mengambil resiko. Semakin besar resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit.<br />
Prinsip Entrepreneur Unggulan<br />
Berikut penulis jelaskan Lima prinsip yang dikemukakan Dr. Rhenald Kasali tersebut tentang Entrepreneur Unggulan, yaitu :<br />
- Reputasi (Kredibilitas).<br />
Nama baik adalah modal dasar kita untuk terjun berwirausaha. Apapun yang kita miliki untuk meyakinkan seseorang (mitra) akan sia-sia adanya tanpa mempunyai reputasi, track record yang baik.<br />
- Tumbuh dari bawah (Bottom Up).<br />
Kesuksesan dalam berwirausaha tidak tiba-tiba datang begitu saja, sukses dimulai dari langkah kecil. Seiring berjalannya waktu, usaha yang kita geluti senantiasa ditemani oleh berbagai macam hambatan sehingga manakala kita dapat melaluinya, maka seiring itu pula kesuksesan demi kesuksesan terus kita raih.<br />
- Istiqomah dan Konsentrasi/Fokus. Sikap Istiqomah<br />
adalah konsisten, tetap dan teguh. Tetap pada pendirian, tidak berubah, dan tahan uji. Sikap istiqomah akan melahirkan tiga pondasi Entrepreuner yaitu keberanian (Syajaah) dalam menggeluti dunia baru, ketenangan (Itminan) dalam menghadapi berbagai risiko, dan Tafaul (optimis) dalam meraih hasil/kesuksesan.<br />
- Anti kerumunan.<br />
Berusaha memasuki dunia usaha yang baru bukan bidang yang sudah dikelola oleh banyak orang, kecuali mampu memberikan nilai lebih terhadap kualitas produk tersebut.<br />
- Modal hanya pelengkap. Modal (financial)<br />
menjadi alasan utama kenapa orang enggan atau sulit untuk berwirausaha padahal. Mereka berpikir Uanglah satu2nya penentu wirausaha itu dapat berdiri. Padahal kita bisa memulainya dengan tidak menggunakan modal uang sama sekali misalnya join dengan teman, relasi yang mempunyai modal dan kita turut serta mengelolanya atau jika ingin mendirikan usaha sendiri tanpa join dengan yang lain bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara). Jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. Misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).</p>
<p>Kunci Sukses Berwirausaha</p>
<p>Tiga kata kunci menurut Purdi, untuk memulai suatu usaha yaitu :<br />
BODOL (Berani, Optimis, pakai Duit Orang lain), BOTOL (Berani, Optimis, pakai Tenaga Orang Lain), dan BOBOL (berani, optimis, pakai sistem Bisnis Orang Lain/ meniru Bisnis Orang Lain).<br />
1. BODOL. Menggunakan uang orang lain dalam memulai usaha Justru amat menantang karena ada kewajiban untuk mengembalikannya tepat waktu. Lagipula jika uang orang lain yang dipakai maka secara logika spritual yang mendoakan supaya usaha sukses tidak hanya kita, tapi keluarga yang punya uang.<br />
- BOTOL. Purdi sendiri telah menerapkannya yakni dengan membuka restoran Padang. Karena tak tahu seluk beluk masakan Padang, ia kemudianmerekrut koki restoran Padang ternama. Tugas Purdi hanya sebatas menentukan standar kualitas, mengawasi dan \&#8221;terima setoran\&#8221;.<br />
- BOBOL. Untuk BOBOL, Purdi menyarankan untuk meniru sistem yang sudah sukses, misalnya waralaba. Atau untuk jenis produknya, bisa meniru yang sudah sukses dengan melakukan sedikit inovasi. Bukan mustahil, kita yang datang belakangan bisa lebih sukses dari pendahulu kita jika memang kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah.<br />
Jadi menurut Purdi, seorang entrepreneur harus bisa memanfaatkan waktu, tenaga (ketrampilan) dan duit orang lain untuk mencapai kesuksesan. Artinya, yang fokus dalam berusaha bukanlah si pengusahanya melainkan para profesional yang bekerja padanya. Tentu saja para profesional ini bisa jadi lebih pandai darinya. Agar para profesional ini tidak lari, Purdi punya satu jurus: besarkan radius kepercayaan mereka. Salah satunya dengan cara berikan saham kosong atau profit sharing.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=32&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/19/menumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-menuju-sukses-berwirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ACTION IS POWER</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/17/action-is-power/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/17/action-is-power/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 04:03:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pepatah klasik berbunyi : &#8221; jien li she ie ik puu &#8221; : artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power! Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=19&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pepatah klasik berbunyi : <b><i>&#8221; jien li she ie ik puu &#8221; </i></b>:</p>
<p>artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power!</p>
<p><span id="more-19"></span></p>
<p>Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.</p>
<p>Hal ini mengingatkan saya pada ciri-ciri manusia yang menurut saya ada empat tipe tentang teori dan praktek.</p>
<p><b>Tipe pertama, yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak praktek. </b></p>
<p><b></b>Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah. Hidup hanya dijalani ala kadarnya. Inilah pilihan orang–orang gagal. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.</p>
<p><b>Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak praktek.</b></p>
<p><b> </b>Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori. Namun sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias NATO, No Action Theori Only!</p>
<p><b>Tipe ketiga, yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu praktek.</b></p>
<p>Mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain. Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain. Tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan. Namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental. Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.</p>
<p><b>Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu memprakteknya. </b></p>
<p>Sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tertempa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendalikan dan diatasi. Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.</p>
<p>Ingin menjadi type yang manakah Anda? Semua pilihan tergantung di tangan Anda. Life is not theory. Life is action! Hidup bukanlah teori. Hidup adalah aksi! Sing tung ciu she lik liang! Action is power! Tindakan adalah kekuatan !!! Sekali lagi jien li she ie ie puu. Seribu langkah dimulai dengan langkah pertama.</p>
<p>Demikian dari saya Andrie Wongso</p>
<p>Action and wisdom motivation training. Success is my right!!</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Salam sukses luar biasa !!! </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=19&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/17/action-is-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Pola Menyikapi Kegagalan</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/14/3-pola-menyikapi-kegagalan/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/14/3-pola-menyikapi-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 13:53:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Di setiap langkah berbisnis tidak semuanya berjalan mulus. Pasti saja kita menemui rintangan dan tantangan. Jika kita bisa menyikapi kegagalan yang ada, kesuksesan pun pasti sudah di depan mata. Kegagalan hanyalah bagian dari kesuksesan. Dari kegagalan yang ditemui pastilah banyak pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga. Beberapa enterpreuner mengatakan bahwa yang membedakan mereka yang sukses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=18&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di setiap langkah berbisnis tidak semuanya berjalan  mulus. Pasti saja kita menemui rintangan dan tantangan. Jika kita bisa menyikapi  kegagalan yang ada, kesuksesan pun pasti sudah di depan mata. Kegagalan hanyalah  bagian dari kesuksesan. Dari kegagalan yang ditemui pastilah banyak pembelajaran  dan pengalaman yang sangat berharga.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Beberapa enterpreuner mengatakan bahwa yang membedakan mereka yang sukses  dengan mereka yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah bagaimana  mereka menyikapi kegagalan. Maksudnya adalah apa yang mereka lakukan jika mereka  menemukan kegagalan. Berikut 3 cara atau pola bagaimana kita menyikapi kegagalan  :</p>
<p>1. Pola 1 : Berkilah, menyalahkan orang lain dan menyerah</p>
<p>Mereka akan mulai  mencari pembenaran untuk dirinya sendiri dan menyalahkan segala sesuatu dan  siapa saja di sekitar mereka. Merasa tidak berdaya dan frustasi, mereka akan  berhenti bertindak dan menyerah. Mereka mengundurkan diri dari tujuan yang  menjadi semakin jauh dan hidup serba dalam kekurangan.<br />
“Saya sudah  mencobanya sebelumnya dan tidak pernah berhasil!”<br />
Pernahkan punya sikap  seperti ini?</p>
<p>2. Pola 2 : Terus mengulangi tindakan yang sama</p>
<p>Jika mereka tidak mencapai tujuannya, mereka tidak akan berhenti.  Mereka akan bertindak lagi. Semboyan di kelompok ini : “Saya gagal karena saya  tidak berusaha dengan keras” atau “Jika saya mencoba lagi, saya akan sukses”.  Jika mereka menetapkan tujuan yang kecil dan berjangka pendek, mereka mungkin  bisa berhasil. Namun jika mereka menetapkan tujuan yang besar dan luar biasa,  mereka tidak akan sukses hanya dengan mencoba dan mencoba lagi. Karena, meskipun  mereka terus mengulangi tindakan yang sama, mereka tidak mengubah strateginya.  Jika kita terus bertindak dengan pendekatan yang sama, kita akan mendapatkan  hasil yang sama saja.<br />
Pernah mengalaminya?<br />
3. Pola 3 : Jadikan umpan balik, ubah strategi, dan lakukan tindakan  sampai sukses</p>
<p>Jadi pola seperti apa yang dimiliki oleh mereka yang sukses?<br />
Pada  waktu mereka tidak mencapai tujuan mereka, mereka tidak memikirkan sebagai  sebuah kegagalan. Sebaliknya mereka memikirkannya sebagai sebuah umpan balik.  Umpan balik tersebut dapat berupa strategi yang mereka gunakan tidak efektif,  atau mereka kurang melakukan tindakan. Mereka kemudian menggunakan umpan balik  tersebut untuk dengan cepat mengubah strategi dan bertindak lagi.<br />
Mereka terus mengulangi pola ini sampai mendapatkan yang mereka inginkan. Thomas  Alfa Edison memerlukan hampir 10.000 kali percobaan sebelum menemukan bola  lampu. Ia terlebih dahulu harus menemukan 9.999 strategi untuk tidak menemukan  bola lampu.<br />
Seperti ini ‘kah kita?</p>
<p>Jadi kita harus rumuskan tujuan atau apa yang kita inginkan secara spesifik,  kembangkan sebuah strategi, lakukan tindakan, jadikan kegagalan sebagai umpan  balik dan ubah strategi tersebut sampai kita sukses!</p>
<p>www.tangandiatas.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=18&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/14/3-pola-menyikapi-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah di Cawang Terendam Banjir</title>
		<link>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/13/ratusan-rumah-di-cawang-terendam-banjir/</link>
		<comments>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/13/ratusan-rumah-di-cawang-terendam-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 12:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2dalkahfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2dalkahfi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan Rumah di Cawang Terendam Banjir Kamis, 13 Maret 2008 &#124; 15:32 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Hujan semalamam yang terjadi kemarin menyebabkan ratusan rumah di Gang Arus, Kelurahan Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur terendam air dengan ketinggian antara 15 centimeter- 1,5 meter. Rumah warga yang terendam berada di 15 RT dan dua RW, mulai dari RT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=16&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="4"><b>Ratusan Rumah di Cawang Terendam Banjir</b></font><br />
<font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kamis, 13 Maret 2008 | 15:32 WIB</font></p>
<p><img src="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/banjir.jpg?w=208&#038;h=131" alt="Cawang Banjir" height="131" width="208" /></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></font><font color="#666666"><b>TEMPO <i>Interaktif</i></b></font>, <font color="#666666"><b>Jakarta</b></font>:<br />
Hujan semalamam yang terjadi kemarin menyebabkan ratusan rumah di Gang Arus, Kelurahan Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur terendam air dengan ketinggian antara 15 centimeter- 1,5 meter. Rumah warga yang terendam berada di 15 RT dan dua RW, mulai dari RT 1 &#8211; 12 RW 01 dan RT 8-12 RW 02.</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Menurut Yayat, 26 tahun, warga RT 8/RW 2, air mulai naik sekitar tengah malam dan mencapai puncak dini hari tadi. &#8220;Air naiknya pelan-pelan. Jadi warga sudah antisipasi mengungsikan barang-barangnya ke loteng, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemukiman padat di Gang Arus yang berada di Bantaran Kali Ciliwung telah lama menjadi langganan banjir.Tapi banjir kali ini tak separah tahun lalu, dimana ketinggian air mencapai tujuh meter. &#8220;Kami sudah biasa,&#8221; ujar Yayat.</p>
<p>Pantauan Tempo pagi tadi, air di pemukiman padat itu mulai surut. Warga tampak mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan air kotor.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2dalkahfi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2dalkahfi.wordpress.com&amp;blog=2984551&amp;post=16&amp;subd=lp2dalkahfi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2dalkahfi.wordpress.com/2008/03/13/ratusan-rumah-di-cawang-terendam-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ac02b51e27f648babdcae258a745c1e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2dalkahfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lp2dalkahfi.files.wordpress.com/2008/03/banjir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cawang Banjir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
